Rekan-rekan FLP, tak bisa dipungkiri lagi di Indonesia motor matik semakin digemari, tak heran jika produsen-produsen motor bersaing ketat di segmen ini. Namun di tengah persaingan yang panas, Honda masih unggul dibanding kompetitornya. Berkat pemakaian mesin eSP pada motor matik yang diproduksinya, dominasi Honda belum tergoyahkan. Beberapa model yang menggunakan mesin ini adalah Vario Techno 125 PGM-FI dan PCX 150.
Apa sih sebenarnya mesin eSP itu? Teknologi canggih apa saja yang diusungnya, yang membuat performa matik Honda kian tangguh dan kian irit bahan bakar? Yuuk, kita kupas satu persatu...
eSP adalah singkatan dari enhanced Smart Power yaitu peningkatan daya tahan, halus serta lebih bertenaga. "Dalam eSP ada 10 teknologi utama. Kesepuluhnya ini ada di engine, transmisi dan pendinginan yang lebih baik," buka Sarwono Edhi, Technical Training Development, PT AHM.
Berikut ini adalah kesepuluh teknologi utama tersebut:
- ACG Starter, starter ini dibuat menyatu dengan alternator. Karena tidak ada motor starter dan susunan gigi starter, maka suara saat menyalakan motor jadi sangat sunyi.
- Roller-type rocker arm disempurnakan dengan ukuran roller lebih kecil, yang bikin tarikan lebih ringan karena minim gesekan
- Compact combustion chamber & air intake port, ruang bakar disempurnakan dengan menghilangkan hambatan pada saluran masuk bahan bakar. Kalau sebelumnya terdapat sudut yang bisa menghambat aliran kabut bahan bakar, kini dibuat lebih lancar.
- Offset cylinder & spiny sleeve
Ini adalah dua hal yang berbeda. Offset cylinder adalah posisi piston dan setang piston saat TMA (titik mati atas) yang tidak sejajar dengan posisi sumbu kruk as. Manfaatnya, ketika langkah usaha atau kompresi, gesekan antara piston dan dinding silinder semakin kecil. Piston dan setang piston akan bergerak tegak lurus tanpa menekan dinding silinder secara berlebih. Sedang spiny sleeve adalah lapisan yang menyerupai kulit jeruk di balik dinding silinder. Fungsinya untuk melepas panas lebih cepat. - Light Weight Piston, piston berbahan lebih ringan, pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil. Selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder.
- Higher rigidity for Crankshaft, kontruksi crankshaft lebih kokoh. Getaran di kruk as jadi lebih kecil hingga mesinnya halus. Salah satu langkahnya adalah dengan menggunakan bearing kruk as yang lebih besar.
- Breather structure (crankcase & other), dibalik blok silinder, selain ada jalur air radiator juga terdapat lubang pendinginan. Lubang ini mengalirkan uap panas di dalam mesin ke luar, hingga mesin lebih dingin dan lebih ringan bekerja.
- Built-in liquid cooling system, sistem pendinginan air yang lebih baik. Kini jalur airnya tidak hanya terdapat pada kepala silinder tapi juga ada di balik dinding silinder. Selain itu radiatornya memiliki core atau sekat lebih banyak. yaitu 19 core.
- V-Matic
CVT pada Vario Techno 125 ini benar-benar baru. Konon rasionya lebih lebar dan dirancang dengan belt baru dengan elastisitas karet yang tinggi. Efeknya lebih awet dan mengurangi gejala selip. - Transmission
Gigi transmisi di belakang CVT juga banyak mengalami perubahan. Utamanya dengan konstruksi rib atau tulangan baru, hingga bisa mengurangi jumlah olinya agar lebih ringan bekerja. Beberapa bearing juga ditambahkan agar gigi transmisi lebih halus dan bebas getaran.
Sumber: motor.otomotifnet.com

wow mantap..semoga bs selalu exis dan info nya slalu up to date
BalasHapus